Konvergensi Media

 


Media merupakan salah satu bentuk kemajuan dari ilmu pengetahuan dan teknologi, maka media tentu saja selalu mengalami pembaharuan dari waktu ke waktu. Salah satu pembaharuan yang dimaksud disini adalah Konvergensi Media yang berarti penggabungan atau pengintegrasian media-media yang ada untuk digunakan dan diarahkan kedalam satu titik tujuan seperti kenyamanan, efisiensi, fleksibilitas dan seterusnya. 

Konvergensi media tentu melibatkan antara media konvensional dan media baru (internet). Indonesia juga menjadi salah satu negara yang telah menerapkan konvergensi media salah satunya adalah televisi digital, walau belum serentak di Indonesia. Bahkan pemerintah telah mencanangkan untuk menghentikan siaran televisi analog di Indonesia per November 2022 yang disampaikan oleh kementrian komunikasi dan informatika republik indonesia (Kominfo).

Televisi digital nantinya memiliki siaran yang tetap dapat ditayangkan pada televisi analog namun akan memerlukan alat khusus yaitu decoder agar dapat mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog yang ditampilkan pada televisi analog. Walaupun belum terlaksana sekarang, hal ini merupakan bentuk kemajuan konvergensi media di Indonesia yang patut kita dukung bersama.


Pada negara lain konvergensi media juga mengalami perkembangan yang tak kalah cepat, bahkan di negara lain untuk konvergensi media dari televisi analog ke televisi digital telah berlangsung sejak 2007.

Misalnya saja pada negara Amerika Serikat sebagai contoh negara yang memprakarsai untuk menikmati film secara legal tanpa menggunakan media konvensional (Televisi Analog). Pada tahun 1997 Marc Randolph di California mendirikan Netflix yaitu platform penayangan film juga produksi film yang berbasis digital, penikmat film pun tidak perlu repot datang ke bioskop untuk menikmati film yang akan ditonton.

Netflix pun semakin populer sampai saat ini diseluruh dunia, Netflix menjadi hal baru dalam industri film bahkan menjadi angin segar untuk pelaku-pelaku film untuk dapat memproduksi film mereka dengan regulasi yang berbeda dari sebelumnya, juga mendapatkan keuntungan bukan saja dari tiket penononton yang terjual di bioskop. 

Konvergensi Media sangat erat kaitannya dengan kemajuan teknologi, sesuatu yang dimulai terdahulu oleh media konvensional mendapatkan pemuktahiran oleh media baru (internet). Industri penyiaran memang sangat luas sehingga dengan adanya konvergensi media secara tidak langsung menciptakan sistem yang kompetitif antara media konvensional dengan media baru (internet) atau juga bisa berarti sinergi yang berkaitan.




Mengacu pada hal tersebut berikut adalah kasus dari konvergensi media yang terjadi pada media konvensional audio yaitu radio indonesia. Saat ini radio di Indonesia bisa dikategorikan terbagi menjadi dua jenis yaitu radio analog dan radio online (streaming) pada dasarnya suatu siaran audio bisa dikatakan resmi jika berfrekuensi AM dan FM yang sudah terdaftar di KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) namun berkat kehadiran media baru (internet) frekuensi AM dan FM tidak begitu berpengaruh terhadap jangkauan siaran di udara. Internet mampu menjangkau jarak yang sangat jauh bahkan sampai ke seluruh dunia. Hal tersebutlah yang menjadi polemik pada radio, yang mau tidak mau juga harus memperluas koneksinya menyesuaikan ke media baru (internet) sehingga pada akhirnya saat ini radio analog pun membuat website yang didalamnya terdapat siaran dari radio analog tersebut tanpa harus radio tetapi bisa melalui telepon pintar atau laptop .


Usaha radio tersebut bertujuan agar setiap pendengar tetap terhubung dengan siaran, baik melalui radio ataupun gawai maupun laptop, dan paling totalnya lagi salah satu perusahaan radio di Indonesia yaitu Mahaka Grup sampai menciptakan media baru aplikasi bernama Noice yang didalamnya terdapat siaran radio analog sampai siaran yang memang hanya diproduksi pada aplikasi Noice tersebut (Radio Online). Belum cukup sampai disitu radio harus menghadapi kompetitor yang benar-benar mewujud nyatakan sebagai media baru (internet) yang berbasis audio yaitu Spotify. Spotify merupakan platform dengan sistem User-generated content (UGC), memungkinkan pengguna menikmati namun juga menciptakan konten dalam bentuk audio sehingga spotify banyak sekali digandrungi masyarakat secara personal. Sebagai contoh kecil radio bukan lagi menjadi tujuan utama masyrakat untuk mendengarkan siaran audio terutama musik di era sekarang ini. 

Berdasarkan semua pembahasan ini. Konvergensi Media harus dapat disikapi secara bijak baik sebagai pengguna /penikmat bahkan sebagai pelaku industri dari media itu sendiri memandang sebagai bentuk kemajuan teknologi atau sebagai sebuah kompetisi bisnis. 


 



Komentar