Mengenal Budaya Siber (Cyberculture)
Indonesia memiliki keragaman budaya yang sangat menarik seperti makanan khas, bahasa dan lain-lain. Budaya tersebut ada sudah sejak zaman dahulu yang tercipta dari kehidupan masyarakat sipil, namun bagaimana dengan budaya yang ada di zaman modern dan terjadi dari dimensi berbeda atau bisa disebut dunia maya?, Budaya tersebut adalah Budaya Siber (Cyberculture) yang tercipta oleh masyarakat dunia maya (Netizen).
Budaya Siber (Cyberculture) ada beranjak dari fenomena yang muncul di ruang siber serta media siber. Melalui medium internet pembentukan budaya siber berlangsung secara global dan universal. Nampaknya dunia maya/ dunia digital tidak bisa dipandang sebelah mata di era sekarang ini, eksistensinya menjadi persisten dalam kehidupan.
Manusia sebagai makhluk sosial pasti memiliki identitas yang sah dalam bentuk fisik (hardcopy) seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK) dan lain-lain, itu merupakan bentuk tanda pengenal guna bersosialisasi dengan masyarakat luas di dunia nyata. Pada dunia maya manusia juga memiliki identitas akan tetapi sedikit berbeda, bentuk identitas tersebut berupa data digital yang biasanya dimiliki ketika mengakses sosial media (internet), dengan menyertakan nomor telepon, email, dan bentuk-bentuk data digital lainnya seseorang sudah dapat mengkreasikan dirinya sesuai kemauannya bahkan berbeda dengan identitas dirinya pada dunia nyata, hal semacam itu juga pada akhirnya bertujuan untuk bersosialisasi, namun dengan masyarakat dunia maya (Netizen).
Kebebasan menunjukkan karakter pada ruang siber (dunia maya) yang tidak sesuai dengan identitas diri pada dunia nyata berpotensi besar menciptakan kesalahpahaman bahkan terkadang menjadi kebiasaan diantara mereka (Netizen). Sebagai contoh sebuah akun media sosial instagram misalnya mengirimkan foto tanpa lokasi dan menyertakan kalimat menggunakan bahasa inggris, beberapa akan mengira bahwa akun tersebut merupakan orang luar negeri yang walaupun sebenarnya belum tentu demikian.
(AKUN ASLI)
Budaya siber juga menciptakan sosok lain yang sebelumnya sudah ada, biasanya sosok tersebut adalah publik figur atau artis ketika memiliki penggemar ataupun pembencinya. Dalam budaya siber sosok lain sangat mungkin diciptakan biasanya hal tersebut adalah akun media sosial khusus untuk penggemar, namun tanpa disadari sosok lain telah tercipta walau sosok asli sudah ada juga di dunia maya. Menampilkan sosok lain tanpa persetujuan yang bersangkutan tentulah bukan suatu tindakan yang di indahkan.
(AKUN PENGGEMAR)





Komentar
Posting Komentar