Tentang IND-ONE-SIA



Selamat malam Indonesia!
Sebelum kalian menjawab sapaan gua ini ada baiknya kita cari tau dulu kepada siapa sebenarnya sapaan ini tertuju, biar gak salah paham. Bener sih sapaan ini buat orang Indonesia tapi ternyata yang dimaksud orang Indonesia bukan sekedar buat orang-orang yang lahir di Indonesia, karena udah pernah jadi trending topic orang lahir di Indonesia, di angkat jadi Menteri ternyata gak hafal lagu Indonesia raya, tau lah siapa orangnya.
Serius!
Ah becanda loe...
Beneran lu gak tau orangnya?!
Dari pada lu makin gak nyambung dengan cerita gua ini, mending sekarang lu mampir ke youtube terus ketik deh disono “gak hafal lagu Indonesia Raya” dah langsung nongol dah tuh mulai dari video aslinya, yang dibuat-buat, video klarifikasi orangnya, klarifikasi anaknya, pembantu rumahtangganya.
Ok balik lagi, kalo gitu siapa dong yg dimaksud “Indonesia” gua jawab dengan cerita singkat, Indonesia punya sedikit pulau kurang lebih 17.500 (gak percaya itung sendiri) yang didalamnya banyak suku, budaya, bahasa dan agama jadi kalo lu lahir dari manapun yang penting kata google map itu Indonesia berarti lu masih sampah Indonesia, lanjut setelah itu lu bakal diperkenalkan dengan ajaran adat dan budaya, kalo lu bisa memahami itu dengan baik berarti sekarang lu jadi kaos kaki Indonesia, nah sebenarnya ini bukan yg terakhir tapi bakal jadi titik berat pembahasan kita, setelah ajaran adat istiadat lu bakal diperkenalkan dengan ajaran agama, pastinya agama yang dianut oleh orang tua lu (semoga orang tua lu bukan penganut Atheis)
Sebenarnya ini yang sedikit unik dari Indonesia yang malah menjadi ciri khas kita dengan sebuah kalimat “Bhinneka Tunggal Ika” (buat kalian yang ngira “n”nya cuma 1 gak papa gua juga ngira gitu tadinya :’) ) keanekaragaman ini sangat jelas dimana ada 6 agama yang diakui oleh Indonesia (2017) sekaligus yang dianut oleh 257.912.349 manusia di Indonesia (sorry buat yg baru lahir malam ini dan gak masuk itungan). Beberapa negara iri melihat negara kita ini bahkan sampai negara sekelas Amerika sekalipun, jika ditantang untuk mengakui lebih dari 1 agama pasti mereka mundur terbukti dari presiden mereka saat ini mengeluarkan anggaran sampai 10 milyar USD untuk membangun tembok pemisah untuk negara mereka, dan jangan tanya sebanyak apa uang Indonesia untuk menggambarkan 10 Milyar USD itu, cukup kalian kalikan di kalkulator kalian 10 Milyar dengan 13.000 dijamin kalkulator kalian gak akan muat untuk menampilkan hasil perkaliannya.
Beberapa orang bodoh berangkapan banyaknya agama Indonesia berarti Indonesia memiliki banyak Tuhan, biar gua coba luruskan agama ada bukan karena ada Tuhan yang baru yang membawa agama itu, Tuhannya cuma satu dan akan selalu satu hanya saja ajarannya yang berbeda. Dalam perjalanan gua juga cukup tertantang untuk permasalahan ini namun tidak lagi setelah gua mendapatkan penggambaran yang sangat baik dari guru terbaik gua (percuma kalian gak akan kenal). Mudahnya seperti ini agama itu layaknya “hasil” yang di sampaikan oleh orang buta dalam menggambarkan seekor gajah, tentu orang itu tidak akan mampu 100% menggambarkan bentuk gajah tersebut karena dia hanya akan bisa meraba sebagian dari tubuh gajah itu saat sedang tidur (kalo bangun takut gajahnya ngamuk terus nginjek). Begitu pula agama yang akhirnya memiliki gambaran yg berbeda-beda dalam mendefisikan keberadaan Tuhan serta ajaran-ajarannya, tapi satu yang harus kita camkan bahwa semua agama pasti mengajarkan kebaikan bukan kebalikan, jadi sama seperti orang buta akan mengatakan bahwa gajah itu besar.
Jadi buat kalian yang cuma bisa memahami ajaran adat kalian dan masih mempermasalahkan ajaran agama Indonesia Selamat! Kalian Cuma jadi kaos kaki bau Indonesia, sebenarnya dengan banyaknya kaos kaki kaos Indonesia kaki itu bakal berdampak pada negara ini. Coba kita bayangkan kalo 257.912.349 manusia di Indonesia ini semuanya kaos kaki, jadi sebau apa negara kita ini? Tulisan ini gua dapat dari seorang mahasiswa yang tidak ingin Fbnya di blokir setelah menulis artikel semacam ini. Dia bercerita bahwa di kampus tekniknya masih banyak manusia yg mempermasalahkan agama (kaos kaki bau) dan itu membuat gua prihatin secara yang kita tahu mahasiswa sebagai kaum intelektual yang kelak akan berkontribusi dalam kemajuan Indonesia baik dalam teknologi, perdagangan, budaya dll yg jumlahnya 5 Juta manusia (Juni 2015), maksud gua mereka yang seharusnya memikirkan bagaimana supaya Indonesia punya pesawat, mobil, smartphone sendiri malah memikirkan bagaimana supaya Ahok naik haji, atau supaya Rizieq makan babi atau apalah, seharusnya mereka sadar kalau mereka saja sebagai kaum intelektual malah mempermasalahkan hal itu lalu kapan Indonesia ini punya pesawat sendiri?
Ratusan juta manusia yg ada di Indonesia ini memiliki pekerjaan yang berbeda-beda dan coba kita bayangkan bagaimana kalau kita semua bisa menjalankan pekerjaan kita dengan baik tanpa mempermasalahkan semua perbedaan ini pasti dengan mudah kita membawa nama Indonesia menjadi negara nomor 1 sejagad raya, mungkin ini yang dimaksud oleh mantan presiden kita yang ke-3 dengan mengatakan “Tuhan tidak perlu di bela” tentu beliau ingin menyadarkan kita tentang apa yang seharusnya kita permasalahkan, apa yang seharusnya kita bela. Tapi kita malah diam saat negara tetangga merebut dan menyatakan tarian tradisional kita sebagai tarian mereka, atau saat pulau kita di claim oleh negara yang sama. Yang kita perlukan hanyalah penyadaran karena semua sudah kita miliki hutan yg lebat dengan semua hewan yang ada didalamnya, laut yg luas dengan ribuan putri duyung yang berenang-renang dibawahnya dan sumber panas bumi yang terbesar di dunia ini (gak percaya tanya mbah google).
Kita semua tahu kalau Tuhan itu maha adil, dan pasti bukan suatu kebetulan kalau Dia menganugrahkan surga ini kepada kita. Cobalah untuk mengerti bahwa Dia tersanjung dengan keberadaan kita, keberadaan Indonesia yang bisa menggambarkan keberadaanNya lebih banyak dari negara manapun di dunia maksudku Islam dengan Aqidah mereka, Kristen dan Katolik dengan cinta kasih, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu dengan ciri khas mereka masing-masing. Jangan biarkan kebanggaan ini hilang, janganlah kita mudah terpancing oleh segelintir orang yang tidak mengenal Tuhan sehingga kita saling menghakimi antar umat beragama, jangan biarkan Tuhan marah dan menarik semua yang telah Dia berikan pada negara ini, karena sudah pasti kita akan sangat merugi jika itu terjadi. Akhirnya gua harap kalian paham dengan semua yang ada pada tulisan ini, dan mungkin sapaan gua malam ini sudah bisa di jawab oleh orang-orang yang sudah mengerti akan maksud dari “Orang Indonesia”.

Akhir kata gua ucapkan Selamat malam Indonesia! Terimakasih Indonesia!


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

NURUTNYA PANGERAN

Konvergensi Media

Mengenal Budaya Siber (Cyberculture)