Saya Berasmara



Berasmara memang tidak biasa bagi saya, atau bahkan mungkin hal yang asing. Ketika kamu tau bahwa dia menginginkanmu sama seperti kamu menginginkan dia, hal itu sangatlah mudah di pahami. Sejauh ini hal itu lah yang saya rasakan dan mungkin juga anda memiliki kesan yang sama dengan saya. Beberapa dari anda yang mengenal saya pasti pernah saya ajukan pertanyaan seperti ini "Bagaimana kesanmu terhadap saya?" tidak semua, namun beberapa. Sebagian dari kalian mengatakan saya friendly, kekanak-kanakan, seru dan sebagainya. Oh ya dan satu lagi Genit.


Saya tidak ingat kapan saya memulai genit tersebut seperti yang kalian pikirkan itu, tapi percayalah itu tidak 100% genit. Saya ingat ketika pertama kali saya berasamara  secara legal, yang maksudnya adalah saya dan dia menghendaki bahwa kami memiliki suatu hubungan yang baik , "aku pacar kamu, kamu pacar aku".


 Haha terdengar sangat menggelikan, tetapi itulah yang terjadi saat itu dan juga itu lah yang kalian katakan saat ketika kalian berasmara. Saat itu saya masih duduk dibangku sekolah dasar, tepatnya kelas 5 SD dan pada zaman itu saya dan dia (Nabila, jika tidak salah) kami sudah memiliki telepon genggam yang kami gunakan untuk ber-sms, cukup membingungankan memang memiliki alat komunikasi universal ketika anda masih kelas 5 SD termasuk memiliki nomor telepon beserta pulsa seluler. 


Kami saling mengirim pesan kala itu setiap sore hingga malam hari, sampai di suatu ketika teman bermain saya memojokkan saya untuk bertemu dengan nabila tepat di depan pos ronda Rt 3 Rw 4. Lalu saya melakukannya, Anehnya nabila pun menyetujuinya dan mulai saat itu saya tidak pernah merasa canggung untuk berbicara dengan wanita. Menurut saya kultur kita orang Indonesia terkadang membosankan karena ketika lawan jenis memiliki dialog bersama secara personal, muncul tagline "ciee" yang selalu terdengar dari sekitar.

Berasmara memang erat kaitannya dengan kedewasaan, satu hal yang saya yakini bahwa kedewasaan hanya dapat di ukur oleh diri kita sendiri. Saya tidak mengetahui berapa umur anda saat ini, tetapi bagi saya berada pada umur 14-20 berasmara tidak legal sangat lah menarik juga menyenangkan, bukannya tidak serius tetapi.. haha saya tidak mau panjang lebar dalam argumen tentang ini.

Saya pernah membaca sebuah tulisan dengan kutipan bahwa sosok pacar adalah figur yang membuat anda kagum terhadap diri anda lebih dari sebelumnya. Maka saya menyunting kutipan tersebut serupa versi saya yang kemudian menjadi pedoman untuk saya. Bahwa figur yang membuat saya mengagumi diri saya adalah dia yang mengisi hari-hari yang menyenangkan setiap setiap waktu tidak rumit, dia mendukung saya dan saya mendukung dia. Bahkan tidak apa-apa walau tanpa kalimat Berasmara.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

NURUTNYA PANGERAN

Konvergensi Media

Mengenal Budaya Siber (Cyberculture)